Pada suatu saat, Syekh Sibli menemui gurunya Al-alamah Sayyid Ali Zaenal Abidin As-sajjad. Pada waktu itu Syekh Sibli baru saja menunaikan ibadah haji di tanah haram, kemudian ia menemui gurunya Sayyid Ali Zaenal Abidin, pada saat bertemu dengan gurunya ia ditanya, “hai Sibli apakah engkau sudah menunaikan ibadah haji?” sudah wahai guruku” jawab Syekh Sibli. “Kalau begitu apakah engkau sudah mengerti apakah hakikat memakai pakaian ihram?” “tidak wahai cucu Rasulullah” jawab Syekh Sibli.
Pada waktu engkau memakai pakaian ihram apakah engkau berniat menanggalkan pakaian hina berupa perbuatan ma’siat, kesombongan, keangkuhan, dan perbuatan nista lainya, dan berniat menggantinya dengan pakaian taqwa. “Tidak wahai guru” jawab Syekh Sibli. ”Kalau begitu wahai Sibli sesungguhnya engkau belum menunaikan ibadah haji.” Berkata Sayyid Ali Zaenal Abidin.
Kemudian Sayyid Ali Zaenal Abidin As-sajjad bertanya kembali kepada muridnya Syekh Sibli “pada waktu engkau melakukan sa’i (berlari kecil antara bukit sofa dan marwa sebanyak 7 kali), apakah engkau berniat berlari menjauh dari kemurkaan Tuhanmu menuju kepada keridhoanNya?.” “tidak wahai cucu Rasulullah” jawab Syekh Sibli kembali. Sayyid Ali Zaenal Abidin As-sajjad berkata lagi kepada Syekh Sibli “kalau begitu engkau belum menunaikan ibadah haji”. Setelah itu Syekh Sibli pun keluar dari rumah gurunya.
DIarsipkan di bawah: ibadah





