Guru Mulia itu datang lagi ke Indonesia, tak terasa sudah satu tahun sejak kedatangan beliau ke Indonesia tahun lalu. Pada waktu beliau datang ke Jakarta waktu itu cuaca sedang kurang baik, sebagian kota jakarta mengalami banjir. Akan tetapi meskipun cuaca sedang kurang bersahabat tidak mengurangi jama’ah untuk hadir ke Masjid Al-Munawar, diperkirakan kurang lebih 25.000 orang yang hadir. Dan pada tahun ini jumlah yang hadir lebih banyak lagi lebih dari 30.000 jamaah. Ulama ini memang sangat Kharismatik, orator ulung kaliber dunia, kedatangannya selalu dinantikan oleh umat yang rindu ingin melihat seorang wali Allah yang sholeh yang apabila melihatnya menambah rasa cinta dan khusyu’ kepada Allah, yang apabila melihatnya menambah rasa ingin beribadah dan taqwa kepada Allah.
Pada tahun lalu saat ia berkunjung ke Jakarta ia berkata “Aku sudah melihat banjir air yang melanda Jakarta, dan akan datang banjir yang kedua yaitu banjir fitnah terhadap aqidah ahlussunah wal jama’ah dan ulamanya (dan banjir ini sekarang sudah terjadi), dan setelah itu akan dating banjir yang ketiga yaitu banjir rahmat dari Allah”. Dan untuk mewujudkan banjir yang ketiga inikita harus tetap berpegang teguh kepada aqidah ahlussunnah wal jama’ah.
Kedatangan Guru Mulia ini memang sudah menjadi tradisi tahunan beliau, seperti salafunassholihin terdahulu yaitu mulai dari wali songo/wali sembilan yang maqam mereka tersebar di seluruh pulau jawa, mereka berasal dari Hadramaut, begitu juga banyak wali-wali yang lain sejak zaman colonial sampai kemerdekaan, seperi Al-Habib Husain Alyadrus (luar batang), Al-Habib Al-Haddad (mbah priok)Al-Habib Ali Al-Habsy (kwitang-Jakarta), Al-Habib Sholeh (Tanggul-Jateng).
Ikatan batin inilah yang menyebabkan beliau selalu datang ke Indonesia setiap tahunnya, pada saat pertama kali datang tahun 1994 ulama muda ini membawa sekitar 25 orang untuk dijadikan santri. Inilah generasi awal murid-murid beliau seperti Al-Habib Munzir Al-Musawa, Al-Habib Jindan bin Novel bin Jindan, Al-Habib Mahdi, Ustadz Baihaqi, dan beberapa orang habib dan ustadz lainnya dari Indonesia dan Yaman. Generasi awal ini adalah generasi yang fenomenal, mulai dari belajar dengan fasilitas seadanya, serba kekurangan dan belajar dibawah ancaman nyawa karena yaman pada saat itu
dalam keadaan perang saudara. Kota Tarim dan Hadramaut waktu itu dibawah pemerintahan Yaman selatan yang berhaluan komunis. Sekembalinya ke tanah air murid-murid dari generasi awal ini menjadi ulama dan dai-dai yang sangat fenomenal. Ini berkat keuletan mereka belajar dalam keadaan susah dan juga karena Guru mereka adalah seorang yang sangat ahli didalam mendidik dan mencetak kader-kader dakwah.
Pada tahun ini Guru Mulia itu datang kembali ke Indonesia dengan beberapa agenda yang akan di hadiri oleh beliau di beberapa tempat di Indonesia. Ahlanwasahlan wa Marhaban, selamat datang wahai guru Mulia Al-Allamah Al-Hafidh Al-musnid Al-Habib Umar bin Muhammad bin Syekh Abu Bakar bin Salim. jadwal_kunjungan_habib_umar_bin_hafidz.doc
DIarsipkan di bawah: Sosok






saya ingin mengetahui jamaah habib2 di indonesia,saya di samarinda ikut jamaah Habib Hasyim di Kdriuning smd
Saya sangat mengidolakan dan menghormati Almukarrom Habib Umur bin hafidz. Oleh karena itu mohon kiranya berkenan untuk memberikan otobigraphy beliau.
Atas kebaikan dan kerjasamanya disampaikan terima kasih.
Wassalam
Farid Baraqbah – Bontang Kalimantan Timur