Menguak Sesatnya Ahmadiyah(bag.II.Kebohongan Tazkirah)

Kitab Tazkirah

Kitab tazkirah adalah kitab suci aliran ini namun jarang diangkat atau digunakan untuk pengikutnya yang awam. Kitab ini mengumpulkan/memuat wahyu-wahyu atau ilham dari Allah kepada Mirza. Selain dalam kitab tazkirah, kumpulan wahyu ini sebagian ada dalam kitab yang ditulis Mirza sendiri, yaitu Barahiyn Ahmadiyah.

Kitab tazkirah adalah sebagai konsekwensi Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku sebagai nabi dan mendapat wahyu dari Tuhan, maka wahyu tersebut harus dibuktikan keberadaannya. Untuk pembuktian keberadaannya maka wahyu itu dibukukan sebagaimana kitab suci yang lainnya, yaitu Tazkirah. Ciri-ciri Tazkirah secara umum yaitu: - Tazkirah tidak terbagi dalam surat-surat, tetapi sekaligus satu surat.

- Tidak ada juga pembagian ayat demi ayat yang jelas.

- Tidak semua wahyu itu dalam bahasa Arab, tetapi sebagian kalimat masih ada yang berbahasa Urdu

- Apa yang diklaim sebagai wahyu itu diawali dengan mimpi bertemu dengan nabi Muhammad saw, baru kemudian wahyu turun

- Disusunnya bukan berdasarkan urutan wahyu yang diklaim, sebab wahyu yang pertama turun adalah “Wassamaai wathooriq” kemudian “Alaisallahu bi kaafa ‘abdih”

- Dan ayat yang diklaim sebagai ayat pertama dan kedua tadi, justru lupa dimasukkan dalam kumpulan wahyu ini.

Kebohongan Dalam Kitab Tazkirah

Bagi umat Islam yang sudah terbiasa membaca Al-Qur’an apalagi mengerti yang artinya akan dengan mudah dan langsung mengatakan bahwa Tazkirah adalah bajakan Al-Qur’an.

Namun tidak semudah itu kita dapat membantahnya. Sebab mereka dapat saja mengelak dan mengatakan mengatakan bahwa di dalam ayat Al-qur’anpun terdapat beberapa ayat serta cerita yang sama dengan kitab suci yang sebelumnya.

Mudah sekali untuk menjawab pertanyaan ini, karena meski bermakna sama, apalagi mengenai aqidah, Al-Qur’an tetap berbeda dengan Injil, Taurat dan zabur. Berikut bukti-buktinya:

  1. Allah tidak menurunkan wahyu kepada seorang Rasul kecuali dengan bahasa kaumnya. Lihat firman Allah dalam surat Ibrahim (ayat 4) “Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Tuhan yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana”. Karena itulah Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab, Injil dalam bahasa Siryani, dan Taurat dalam bahasa Ibrani.
  2. Kalaulah wahyu turun kepada Mirza yang orang Pakistan/India dan berbahasa Urdu, maka kenapa wahyunya berbahasa Arab?
  3. Jika tetap ingn mengatakan bahwa di Al-Qur’an pun terdapat beberapa kata non arab, maka wajar kalau tazkirah pun terdapat bahasa arab. Dalam Al-qur’an jika ingin tetap mengatakan ada beberapa yang bukan bahasa Arab, meski itu dibantah oleh banyak ulama, akan tetapi itu hanya kata, bukan dalam bentuk kalimat. Yang terjadi di dalam Tazkirah adalah bentuk kalimat berbahasa Arab yang sama persis dengan Al-Qur’an, hanya dipotong dan disambung dengan ayat lain sesuai dengan kebutuhan.
  4. Jika Al-qur’an adalah mu’jizat, lalu setan dan manusia ditantang untuk membuat yang sama dengan Al-Qur’an, ternyata tidak ada yang mampu, maka seharusnya Tazkirah (yang katanya wahyu) juga sama seperti Al-Qur’an, semua orang ditantang untuk membuat yang seperti itu. Tantangan ini akan sangat janggal sekali untuk tazirah. Sebab bagaimana akan menantang kalau Tazkirah itu hanya bajakan dan daur ulang Al-Qur’an?
  5. Jika tetap ngotot juga, maka ketahuilah bahwa setiap ayat Al-Qur’an mempunyai makna dan balaghah yang luar biasa indahnya. Adakah itu dalam Tazkirah? Kalau ada, hal itu karena bajakan dari Al-Qur’an. Semakin lama bahasanya semakin jelek, sebab ayat-ayat Al-Qur’annya sudah banyak yang dirubah-ubah, bukan hanya dipindah tempatkan.

Karena kitab tazkirah hanya berisi pengukuhan kenabian Mirza, tidak ada konsep ketuhanan, tidak ada syariat dan hukum, maka hal ini dapat dipastikan karena mereka tidak sanggup untuk membuat konsepnya, meski Cuma sekedar mengaduk-aduk. Untuk itu diputuskanlah (oleh mereka) bahwa syariatnya sama dengan syariat Islam yang asli.

Kerancuan ini adalah bentuk dari upaya ingin memadukan konsep yang tanggung, dimana kedudukan Mirza Ghulam Ahmad?

* Apakah ingin menjadi Al-Masih?

* Apakah ingin menjadi Al-Mahdi?

* Atau ingin menjadi Nabi?

* Atau ingin menjadi Rasul?

Jika ingin menjadi Al-Mahdi, maka tidak ada syariat baru, namun seharusnya tidak jadi nabi dan rasul. Kenapa Mirza mengaku menjadi nabi dan rasul?

Jika ingin menjadi nabi, kenapa masih juga mengaku Al-Mahdi?, kenapa mendapatkan wahyu yang terkumpul dan berisi ajakan seruan kepada orang lain yang merupakan tugas seorang rasul.

Al-Masih dan Al-Mahdi adalah konsep yang berbeda. Al-Masih adalah nabi yang diangkat dan diturunkan kembali (menjelang hari kiamat), bukan orang yang dilahirkan kembali. Mirza adalah orang yang dilahirkan di Qodian, bapak ibunya jelas, kenapa masih tetap ingin mengaku Al-Masih.

Jika ingin menjadi Rasul, kenapa masih juga mengaku Al-Masih dan Al-Mahdi. Padahal, selain berbeda, Rasul itu lebih tinggi dari Al-Mahdi, dan Al-Masih bukan orang yang baru dilahirkan. Mirza jelas-jelas mengaku dan diakui oleh jamaahnya lahir pada tahun 1835 M.

Lalu jika sudah mengklaim menjadi nabi, lalu mendapat wahyu yang harus disampaikan kepada orang lain yang juga berarti menjadi rasul, kenapa masih harus mendompleng syariat orang lain?. Tidak mampukah Tuhan, dalam konsep mereka, menurunkan syariat baru, atau mereka tidak mampu melakukannya.

Al-Mahdi dan Al-Masih adalah dua orang yang berbeda, kenapa bisa terdapat dalam satu orang.

Kalaulah A-Qur’an sudah sedemikian baik dan indah. Bukankah menjadi aneh Tuhan menurunkan wahyu dengan bahasa yang semakin jelek, tidak tersusun, tidak teratur, dan tidak sistematis. Semua menunjukan Tuhan semakin bodoh. Mungkinkah itu? Kalaulah bukan karena kebohongan dan kebohongan, apakah ini terjadi?. Bukankah Allah sudah menantang kepada siapa saja, jin dan manusia, untuk membuat tandingan Qur’an. Tentu kejanggalan demi kejanggalan jelas terlihat dan akan semakin terlihat ketika kita membaca kitab ini lebih jauh.

Pemotongan ayat dan menggabungkannya dengan surat lain yang tidak semakna, menjadikan Tazkirah seperti itu. Maka tidak ada kesimpulan yang lebih tepat dari kebohongan. Tazkirah bukan wahyu Allah.

Mirza Ghulam Ahmad haus dengan pujian dan kedudukan. Tidak cukup dihormati sebagai guru (ustadz) lalu orang shaleh, lalu orang alim, masih ingin pujian dan kedudukan yang lebih dari itu. Ingin menjadi Al-Mahdi yang ditunggu-tunggu, tidak cukup, ingin menjadi Al-Masih, manusia yang pernah diangkat kelangit dan akan diturunkan kembali kedunia menjelang kiamat, inipun tidak cukup. Ingin menjadi nabi, manusia pilihan, tidak cukup juga ingin menjadi rasul yang mendapatkan wahyu.

Rupanya masih tidak cukup penghormatan tersebut, Mirza mengklaim bahwa surga ada di bawah dan di sekitar kuburnya. Ia masih ingin membohongi pengikutnya sekalipun dia sudah mati. Dengan mata gelap dan hati tertutup, pengikutnya juga bahwa di tanah Qodyan dan Rabwah sana terdapat surga yang dijanjikan nabi dan rasul mereka, Mirza.

Jika jamaah Ahmadiyah mengatakan Tazkirah bukan kitab suci mereka kaena Mirza tidak pernah menulisnya. Tazkirah adalah sebuah buku yang berisi kumpulan wahyu-wahyu, kasyaf-kasyaf, serta mimpi-mimpi yang diterima Mirza dalam hidupnya selama lebih dari 30 tahun, kitab Tazkirah ini dibuat atas prakarsa Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad sekitar tahun 1935 (lihat MA.Suryawan, Bukan Sekedar Hitam Putih, hal.51-52).

Tidakkah sebuah wahyu kepada seorang nabi, lalu dikumpulkan dan di bukukan, baik sewaktu sang nabi masih hidup maupun sudah meninggal, buku tersebut dikatakan kitab suci. Oleh agama manapun. Kalaulah Tazkirah tidak dikatakan suci oleh mereka, kenapa isinya sering digunakan sebagai doktrin ajaran mereka.

Beberapa Doktrin Lain Yang Sesat:

Bai’at

Konsep bai’at Jamaah Amadiyah sekilas mirip dengan keyakinan umat Islam Sunni (Ahlussunnah wal Jamaah), syahadahnya sama, istighfarnya juga sama. Namun, bagi yang teliti, pada alinea terakhir bai’at tersebut termaktub:

“Saya senantiasa tunduk-taat kepada Yang Mulia dengan sepenuhnya dalam menjalankan segala pekerjaan baik yang akan ditunjukkan oleh Yang Mulia. Saya akan tetap meyakini Nabi Suci Muhammad SAW sebagai Khataman Nabiyyin (yang Paling Mulia dari sekalian Nabi) dan akan beriman kepada segala da’wa (pengakuan) Hadhrat Masih Mau’ud as”.

Dari sinilah orang selanjutnya digiring kejurang kesesatan dan pemurtadan. Sebab dia harus mengakui apa yang dida’wa (pengkuan) Hadhrat Masih Mau’ud as, yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Yang mengaku sebagai Al-Mahdi, Al-Masih, Nabi, dan juga Rasul. Untuk membuka pengakuan ini, jamaah terlebih dahulu diminta mengakui konsep Nabi Suci Muhammad sebagai Khataman Nabiyyin yang menurut mereka adalah Yang Paling Mulia dari sekalian Nabi bukan sebagai penutup atau Nabi terakhir.

Kesesatan Konsep Bahtera Nuh/Kisti Nuh.

Terdapat ajaran atau lebih tepatnya doktrin yang merupakan cirri dan pengikat ajaran ini selain bai’at. Yaitu yang lebih dikenal dengan doktrin Bahtera Nuh. Berikut petikannya:

“Hendaknya hal ini dipahami dengan jelas, bahwa bai’at hanya berupa ikrar dilidah saja tidaklah punya arti apa-apa, jika tidak ditunjang oleh suatu kebulatan tekad hendak melaksanakan janji dengan sepenuh-penuhnya. Oleh karena itu, barangsiapa yang mengamalkan ajaranku selengkapnya, ia termasuk rumah ini-perihal rumah mana ada janji dari Allah SWT :” Inni uhaa fidzu kulla man fiddaari (Tiap-tiap orang yang berada di dalam dinding rumahmu akan Kuselamatkan)”.

Tetapi dalam hal ini hendaknya janganlah diartikan, bahwa perlindungan Ilahi ini hanya diberikan kepada mereka yang berdiam di rumahku yang terbuat dari tanah dan batu bata ini, melainkan janji itu melingkupi pula mereka yang menaati ajaranku selengkap-lengkapnya, dan yang karenanya benar-benar dapat dikatakan sebagai penghuni rumah-rohaniku”.

Dalam konsep ini jelas sekali jamaah Ahmadiyah mengklaim bahwa yang benar dan yang selamat adalah mereka yang masuk ke rumahku (Mirza Ghulam). Orang yang masuk ke rumahku adalah yang mengamalkan ajaranku secara sempurna.

Dari sinilah timbul dan muncul pengakuan dan penyesatan berikutnya, antara lain:

  1. Yang benar hanya ajaran Ahmadiyah
  2. Selain pengikut jamaah ini adalah sesat, tidak selamat dan tidak masuk surga
  3. Karena itu mereka mendirikan masjid sendiri, imam sendiri, komunitas sendiri.

Kalau sudah seperti ini masih layakkah ajaran seperti ini disebut/dikategorikan sebagai ajaran Islam? Bukankah mereka sudah memandang orang lain diluar agama mereka, termasuk Ahlussunnah wal Jama’ah adalah salah dan sesat?

Mereka tidak layak untuk mengklaim agamanya adalah Islam. Beda, sangat berbeda sekali. Kata yang tepat untuk mereka adalah “Lakum dinukum walyadin (Bagimu (hai… jamaah ahmadiyah) agamamu dan bagiku agamaku)”.

Sumber : Buku Menguak Kesesatan Aliran Ahmadiyah, karangan Dr.Ahmad Lutfi Fatullah, MA.(Dosen PascaSarjana untuk mata kuliah Hadits dan ilmu Hadits di UIN Jakarta, UI, IIQ Jakarta, IAIN SGDBandung, Univ.Muhammadiyah, UIN-McGill Canada, Dosen penguji Siswazah Univ. Kebangsaan Malaysia)

Penerbit : Al-Mughni Press.

Tulisan terkait

menguak-sesatnya-ahmadiyah/

26 Tanggapan

  1. Assalamu’alaikum Wr Wb.

    Saya Irenaeus Ahmad, seorang Ahmadi.

    Fakta yang Anda akui sendiri bahwa Tadzkirah tidak tersusun dalam surah dan ayat seperti dalam Al Quran menunjukkan bahwa memang Tadzkirah memang tidak dibuat dengan tujuan untuk menjadikannya sebagai kitab suci.

    Kalau kitab suci Anda artikan sebagai kitab yang berisikan SYARIAH, maka Ahmadiyah tidak punya kitab suci selain Al Quranul Karim.

    “Lalu TAzkirah itu apa?kenapa dijadikan doktrin?”

    Bahwa Tadzikirah berisi wahyu-wahyu suci dari Allah, bukan berarti isinya adalah ajaran-ajaran syariah seperti di dalam Al Quran. Wahyu-wahyu kepada Hz. Mirza Ghulam Ahmad ada yang bersifat situasional, temporal pada keadaan tertentu, walau ada juga cukup banyak yang berupa prophecy / ramalan kenabian belian dan kaum beliau di masa depannya.

    “kalau begitu cukup Al-Qur’an dan Hadits saja, kan Tazkirah bukan kitab suci dan tidak mengandung ajaran dan syari’at”.

    Ke-5 bukti yang Anda sebutkan itu hanya lebih membuktikan bahwa Tadzkirah memang BUKAN kitab suci bagi kaum Ahmadiyah.

    “Lalu kenapa dijadikan doktrin?”

    Anda mengatakan “Al-Masih dan Al-Mahdi adalah konsep yang berbeda.” Itu kata Anda. Dalam hadist shahih yang diriwayat Ibnu Majah disebutkan “La Mahdi Ila Issa” / “Tidak ada Mahdi Kecuali Isa”. Bet your Habib haven’t told you that, have he? :-) “Hadits “La MAhdi Illa Isa” dijelaskan pada Tuhfatul Ahwadziy bahwa hadits itu didhoifkan oleh Imam Baihaqi dan Imam Hakim, karena pada priwayatnya terdapat Aban bin Shalih, dan ia itu matrukul hadits (riwayat hadits nya tak diterima). demikian dijelaskan pada (Tuhfatul ahwadziy Bab Maa Jaa’ filmahdiy) dan Aunul Ma;bud bab ALmahdiy. hadits tidak dikatakan shahih jika ada satu Muhaddits yg mendhoifkannya.
    inilah hadits shahih :
    “Akan turun pada kalian Isa bin Maryam sebagai hakim yg adil, menghancurkan salib salib, dan membunuh babi, dan mewajibkan Jizyah (pajak bagi non muslim), dan membagi2kan harta hingga tak ada lagi yg mau menerimanya (karena semua sudah kecukupan maka mengambil sedekah menjadi aib besar dan menjatuhkan harga diri), hingga jadilah satu sujud lebih mulia dari dunia dan segala isinya” (Shahih Bukhari Bab Al Anbiya)
    hadits shahih yg menjelaskan bahwa Isa bukan Almahdiy : “kelak akan turun pada kalian Isa bin Maryam dan Imam kalian adalah dari kalian” (Shahih Bukhari bab Al ANbiya). Kata “Imam kalian adalah dari kalian” menunjukan bahwa Al-Mahdi bukanlah Isa (Al-Masih), melainkan lain orang.
    disyarahkan oleh Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy bahwa Imam Mahdiy ada sebelum Isa bin Maryam, dan maksud dari hadits ini adalah bahwa Isa bin Maryam tetap bermakmum kepada Imam Mahdi, karena Imam Al-Mahdi muncul/dibangkitkan oleh Allah sebelum turunnya nabi Isa dan sesudah keluarnya dajjal Al-Kubra, inilah salah satu kemuliaan ummat ini (Fathul Baari bisyarah shahih Bukhari Bab Al Anbiya).”


    Selanjutnya Anda juga mengatakan “Al-Masih adalah nabi yang diangkat dan diturunkan kembali (menjelang hari kiamat)”. Itu juga kata Anda. Ada bukti-bukti Qurani dan historis bahwa Isa Bani Israil sudah wafat (www.tombofjesus.com). Maka yang akan datang adalah orang yang membawa spiritnya. Apakah ini mengada-ada? Engga juga.

    “Ini situs buatan orang Ahmadiyah, kalau mau cari yang netral donk, dalam hal ini pemahaman anda sama dengan orang nasrani”.

    Bani Israil waktu itu percaya sebelum kedatangan Messiah, Nabi Ilyas harus turun dulu dari langit (mirip yah sama pemahaman Anda sekarang). Waktu itu Nabi Isa sudah ada, tapi kok Nabi Ilyas belum turun-turun juga dari langit? Apa kata Nabi Isa? Baca Matius 11:13-14. Biar ngga sempit pemikiran Anda. Kebenaran itu ada dimana-mana; walau itu keluar dari mulut Iblis sekalipun

    “sedikit kritik: “kebenaran itu boleh diambil walau dari mulut Iblis..”
    masya Allah dari dangkalnya pemahaman.., dan yg lebih menunjukkan kebodohan adalah jika ucapan Rasul saw dengan sanad shahih dan ucapan seluruh ulama ditinggalkan pula dan memilih mendengarkan ucapan Iblis..”
    Nabi Ilyas itu sebelum nabi Zakariya (Paman NAbi Isa) sedangkan Nabi Isa Sebelum nabi Yahya (Sepupu Nabi Isa), baca sejarah urutan nabi, jangan baca dari Injil, dan Messiah yg dimaksud itu adalah nabi Muhammad bukan Nabi Isa ataupun Mirza Ghulam Ahmad (kalau mau baca Injil Barnabas, yg 90%nya mirip dengan Al-Qur’an, namun sayang dilarang oleh pihak gereja paus)”.

    Tinggal kita yang memutuskan mau mendengar pesan kebenarannya, atau lihat siapa yang bicara.

    Anda mengatakan “Tidakkah sebuah wahyu kepada seorang nabi, lalu dikumpulkan dan di bukukan, baik sewaktu sang nabi masih hidup maupun sudah meninggal, buku tersebut dikatakan kitab suci.” Anda ada benarnya, tapi pengakuan itu harus datang dari umat si nabi itu sendiri’kan? Bukan dari para penentang seperti Anda yang memaksakan pemahamannya sendiri, hanya demi untuk mendeskriditkan, dan bukan untuk mencari kebenaran itu sendiri.

    Pesan terakhir saya, actually ini pesan dari Baginda Rasullullah saw sendiri:

    “Dia yang meninggal dalam keadaan tidak mengenal Imam Zamannya, dia akan mati dalam keadaan mati jahiliyyah” (Musnad Ahmad Bin Hanbal. Vol.4, Hal.96)

    dan

    “Ketika kamu mendengar kedatangan Sang Mahdi maka berbaiatlah kepadanya walau kamu harus berjalan di atas salju dengan merangkak dan marayap untuk menemuinya.”
    (Kanzul Ummal; juga di catatan kaki Musnad Ahmad Bin Hanbal. Vol.6, Hal.29-30)

    “jelas sudah bahwa jika benar ia ini, maka pastilah Rasul saw telah mengabarkan kedatangannya, namun Rasul saw tak pernah menyebut kedatangan Mirza ghulam ahmad, yg disebut adalah Isa bin Maryam, lalu Imam Mahdi, dan Imam Mahdi pun salah satu cirinya bahwa ia tak mau di bai’at sebagai imam,

    bukan seperti ahmadiyah ini yg membangun masjid berbeda, dan mengumumkan bahwa dirinya menerima wahyu dan khiliafah,

    jelas sudah bahwa ia bertentangan dengan jumhur seluruh madzhab dan ulama, sedangkan Rasul saw bersabda : “Barangsiapa yg memisahkan diri sejengkal dari jamaah muslimin, lalu ia wafat, maka ia wafat dalam kematian Jahiliyah” (Shahih Bukhari).”

    Question to you now is: Sekarang Anda telah mengetahui seseorang telah mengaku dirinya diutus Allah SWT sebagai Isa Almasih Akhir Zaman dan Imam Mahdi, apakah tidak terbersit di pikiran Anda bahwa setidaknya Anda mesti berprasangka baik dulu terhadap orang ini, sambil berusaha membuktikan kebenarannya? Kalau Anda masih percaya Allah itu Maha Hidup dan Maha Mendengar, ada baiknya Anda sholat Istikharah juga meminta keputusannya tentang siapa yang benar dan siapa yang salah.
    “Mereka berkata : “Kami telah membunuh Isa bin Maryam, dan sebenarnya mereka tak membunuhnya dan tak pula menyalibnya, namun diserupakan dengannya, mereka yg menyangkal akan hal ini sungguh dalam keraguan, mereka tidak mengetahui apa apa kecuali mengikuti persangkaan semata, dan mereka tak yakin telah membunuhnya” (QS Annisa 157).

    Saya akan selalu mendoakan Anda. Semoga Allah SWT memberikan hidayah-Nya kepada Anda, saya dan kita semua. Amin.
    “Saya juga doakan semoga anda mendapat petunjuk”.

    Jazakumullah,
    Irenaeus Ahmad

  2. dijaman yg makin kacau dg sedikit minat baca yg rendah menjadikan orang cenderung seperti kerbau, tak tahu mana tahi mana roti. hatinya penuh dgn penyangkalan yg tak masuk akal, pdhal Al Qur’an kalo kita kaji berapapun usia kita tak mampu mengikuti dg sempurna, krn begitu luas,sempurna dan hati kita pd dsrnya membenarkan dan tuntunan nabi Muhammad sgt mengena. Al hamdulillah aku seorang muslim, sayapun pernah mimpi berjumpa Muhammad SAW

  3. Syariat, Haqiqat, Tarekat & Ma’rifat,…
    Islam untuk orang yang berfikir,..
    Akal berilmu, Hati tetap Beriman

    Kt Lahir Sendiri,..Telanjang,..dan akhirnya “berpulang sendiri”.
    Terpikirkah knpa anda dilahirkan ???

    Subhanallah
    Jaza’mullah khoir

  4. Di atas anda mengatakan laa mahdi illa Isa. Lalu MIrza Ghulam itu sebagai apa? kalau tidak ada Mahdi Kecuali Isa, maka seharusnya ia cukup mengatakan kalau dia adalah Isa, bukan Mahdi. Dan saya juga tidak pernah mendengar ayat Al-qur’an yang menyatakan kalau nabi Isa sudah wafat. Dan kalau Tazkirah bukan kitab suci anda kenapa dipakai untuk doktrin. Dan bukankah di Hadits juga sudah dijelaskan kalau tidak ada lagi Nabi sesudah nabi Muhammad.?
    Kalau didalam Tazkirah tidak ada ajaran syariat/hukum, lalu buat apa Allah menurunkannya? bukankah Al-Qur’an saja sudah cukup! untuk apa Allah menurunkan sesuatu yang sia-sia. Kalau bukan Kitab suci lalu apa? apakah semacam kitab Hadits (seperti shohih bukhari), bukankah kitab hadits juga memuat hukum syariah dan sunnah nabi. Tazkirah juga tak seperti kitab hadits, kan anda bilang kalau Tazkirah tidak ada muatan hukum syariahnya. Apakah hanya kitab biasa? bukankah didalamnya terdapat pengakuan dan pengangkatan Mirza sebagai Nabi dan Rasul? kalau seperti ini lalu ada orang yang mengatakan kitab Tazkirah tidak suci dan tak bedanya dengan kitab biasa bagaimana perasaan anda?
    Anda juga mengatakan kebenaran kalau datangnya dari Iblis pun harus dipercaya, bukankah Iblis itu selalu menyesatkan keturunan Adam? kalau ia mengatakan kebenaran, kebenaran seperti apa? kalau Iblis itu mengatakan kebenaran maka ia tak pantas dikeluarkan dari surga.
    Anda mengatakan kalau Nabi Isa sudah wafat, dalam hal ini berarti keyakinan anda sama dengan orang nasrani dong? kalau Mirza memang Al-Masih, bukankah tugasnya adalah menurunkan palang salib, menutup gereja dan membunuh babi, juga menjelang kiamat seharusnya ia juga menumpas kaum yahudi, adakah Mirza sudah melakukan hal itu? lalu kenapa kepemimpinan Ahmadiyah sekarang ada di Inggris, bukankah Inggris adalah negerinya para salibis?
    Situs (www.tombofjesus.com), ternyata juga situs orang Ahmadiyah kan? saya kira situs yang netral.

  5. Ass. Sy Ahmad Dari millis tetangga

    Melihat pembicaraan saudara-saudara, terus terang sy bingung dan dari kebingungan itu timbul pertanyaan dalam diri sy, daripada bingung lebih baik sy ungkapkan kebingungan sy di forum ini, mohon pencerahan
    1. sdr Irenaeus, bahwa Nabi Muhammad adalah nabi terakhir, “tidak ada nabi sesudahku…” adalah aqidah yg tdk bisa ditawar lg, tdk ada lagi ruang utk nabi tambahan di dalam islam entah kalo di luar islam!
    Anda berkata ,
    “Bahwa Tadzikirah berisi wahyu-wahyu suci dari Allah, bukan berarti isinya adalah ajaran-ajaran syariah seperti di dalam Al Quran. Wahyu-wahyu kepada Hz. Mirza Ghulam Ahmad ada yang bersifat situasional, temporal pada keadaan tertentu, walau ada juga cukup banyak yang berupa prophecy / ramalan kenabian belian dan kaum beliau di masa depannya.”

    Apakah anda mengakui MGA sebagai nabi?

    2. kenyataan bahwa wahyu hanya turun kepada para nabi dan rasul, banyak org bermimpi telah menerima wahyu – plg tdk itu pengakuan mereka – ada yg “selamat” banyak yg binasa, menurut saudara irenaeus kriteria mimpi “wahyu” yg spt apa yg menyebabkan MGA bs menjadi seorang nabi/mahdi/atau apalah sebutannya? mohon pencerahan

    3. disebut apa doktrin atau mimpi yg dibukukan atau ajaran yg menyebabkan seseorang menggeser aqidah beragama secara fundamental dari hitam putih kepada remang-remang? mhon pencerahan dari saudara irenaeus dan assajad?

    4.
    “Question to you now is: Sekarang Anda telah mengetahui seseorang telah mengaku dirinya diutus Allah SWT sebagai Isa Almasih Akhir Zaman dan Imam Mahdi, apakah tidak terbersit di pikiran Anda bahwa setidaknya Anda mesti berprasangka baik dulu terhadap orang ini, sambil berusaha membuktikan kebenarannya? Kalau Anda masih percaya Allah itu Maha Hidup dan Maha Mendengar, ada baiknya Anda sholat Istikharah juga meminta keputusannya tentang siapa yang benar dan siapa yang salah.”

    Bagaimana mungkin akan timbul husnudzon kalau “kebenaran” yg diajarkan itu merubah atau menggeser “kebenaran“ yg sudah tdk bisa ditawar lagi keberadannya. Sdr irenaeus kebenaran itu ada tolak ukurnya, kebenaran yg mutlak di dalam islam – ttg nabi terakhir, syahadat – adalah hukum yg sudah jelas diperintahkan dan diajarkan oleh Alloh melalui Nabi Muhammad SAW, sy malah meragukan aqidah Islam seseorang kalau dia “mempertimbangkan kembali” hukum mutlak yg sudah ada, oleh sebab itu sy kira pertanyaan di atas lebih tepat ditujukan utk sdr irenaeus

    5. Laa mahdi ila isa , kalau tdk salah secara nahwu sharaf kalimat ini merujuk kepada ujud fisik sesuatu dan tdk merujuk kepada sesuatu yg abstrak spt spirit yg saudara sebutkan diatas begitupun didalam alquranul karim, sudah jelas di dlm hal ini

    Sdr irenaeus anda mengutip kalimat ini,
    “Dia yang meninggal dalam keadaan tidak mengenal Imam Zamannya, dia akan mati dalam keadaan mati jahiliyyah” (Musnad Ahmad Bin Hanbal. Vol.4, Hal.96)
    dan
    “Ketika kamu mendengar kedatangan Sang Mahdi maka berbaiatlah kepadanya walau kamu harus berjalan di atas salju dengan merangkak dan marayap untuk menemuinya.”
    (Kanzul Ummal; juga di catatan kaki Musnad Ahmad Bin Hanbal. Vol.6, Hal.29-30)
    Pertanyaan saya Cuma satu, Imam yg mana? Mahdi yg mana ? kalau MGA itu imam atau mahdi, dasarnya apa?

    “Bani Israil waktu itu percaya sebelum kedatangan Messiah, Nabi Ilyas harus turun dulu dari langit (mirip yah sama pemahaman Anda sekarang). Waktu itu Nabi Isa sudah ada, tapi kok Nabi Ilyas belum turun-turun juga dari langit? Apa kata Nabi Isa? Baca Matius 11:13-14. Biar ngga sempit pemikiran Anda. Kebenaran itu ada dimana-mana; walau itu keluar dari mulut Iblis sekalipun. Tinggal kita yang memutuskan mau mendengar pesan kebenarannya, atau lihat siapa yang bicara.”

    Sdr irenaeus sy selalu merasa logika anda campur aduk gak karuan, anda sering mengutip data dari kaum nasrani. jesus bkn isa, data historis versi siapa, kalau anda maksud dari kaum nasrani, mohon maaf, sejarah jesus sendiri tidak jelas, apakah jesus disalib – silahkan baca buku-buku karangan Hj Irene Handono dan perdebatan dr Zakir dgn pdt ruknudin henry tio – tidak ada data atau keterangan di dalam alquran dan hadist bahwa isa telah wafat

    Ali bin abi Thalib berkata dalam kitab nahjul balaghah bahwa “ hikmah ádalah milik umat Islam yg hilang carilah/ambilah sekalipun itu keluar dari mulut orang-orang munafik.”
    Masalahnya bukan pada cara mencari atau mengambil tapi ada pada “saringannya” krn kebenaran mutlak hanya datang dari Alloh SWT oleh karena itu kebenaran-kebenaran yg datangnya selain dari Alloh SWT haruslah disaring – siapa yg berani jamin mimpi-mimpi MGA itu datangnya dari Alloh SWT – apa saringannya Alquran,hadist, ijma ulama, tanpa saringan alih-alih mendapat kebaikan malah mendapat kebodohan yg lebih celaka lagi kebodohan kita anggap sebagai suatu kebenaran dan itu kita tawarkan kepada banyak orang, habis sudah!!
    6. ”…..tapi pengakuan itu harus datang dari umat si nabi itu sendiri’kan?……”
    kalau ahmadiyah punya nabi sendiri, tempatnya dimana? Jangan di wilayah Islam donk karena Islam sudah jelas ” Laila ha illaloh Muhammad rasululloh .Aku rela islam agamaku, Alloh SWT Tuhanku, Nabi Muhammad SAW Nabiku, alquran kitabku,

  6. Wau, saya pikir artikel ini sudah ‘turn cold’, ternyata… :-)

    Mohon maaf untuk sementara waktu ini saya tidak bisa merespons pertanyaaan teman-teman di atas yang saya nilai pernyataan cerdas. Saya mesti ke Kalimantan untuk urusan kerjaan selama 1 mingguan… ke daerah hutan pedalamannya… very unlikely i’ll get internet connection there.. :-|

    In fact saya lagi di boarding roomnya airport nunggu pesawatnya nih… Untung ada hot spot..

    If I may make general comments though, pertanyaan-pertanyaan @assajjad di atas terkesan di dasarkan atas niatan ‘mencari pembenaran’ atas keyakinan diri sendiri, dan bukan ‘mencari kebenaran’ yang hakiki.

    On the other hand, saya menilai pertanyaan-pertanyaan @gigin banyak yang ‘mencari kebenaran’, walau diakhiri dengan yang ‘mencari pembenaran’ atas keyakinan diri sendiri juga sih :-)

    In any case, I’ll try to answer as much questions for both repliers. Just know kalau saya sadar betul kebenaran hakiki adalah mutlak milik Allah SWT, saya hanya hamba-Nya yang lemah yang tidak tahu apa-apa kecuali apa yang diberikan-Nya.

    Wismilak in my adventure in the jungle yah :-)

    Jazakumullah,
    Irenaeus Ahmad

  7. saudara gigin, kalau doktrin atau mimpi yang dibukukan lalu merubah aqidah seseorang secara fundamental, menurut saya bukanlah kitab suci, kitab suci itu menurut saya harus ada beberapa hal di dalamnya seperti Aspek KeTuhanan, Aspek Hukum/Syariat yang mengatur kehidupan ummat/pengikutNya, Aspek Pengukuhan kalau yang menerima wahyu/kitab suci itu adalah benar seorang nabi/rasul (di dalam Al-Qur’an, Injil, Taurat, Tripitaka, Weda, atau kitab suci agama lainnya saya yakin pasti ada).

    Hadits “La MAhdi Illa Isa” dijelaskan pada Tuhfatul Ahwadziy bahwa hadits itu didhoifkan oleh Imam Baihaqi dan Imam Hakim, karena pada priwayatnya terdapat Aban bin Shalih, dan ia itu matrukul hadits (riwayat hadits nya tak diterima). demikian dijelaskan pada (Tuhfatul ahwadziy Bab Maa Jaa’ filmahdiy) dan Aunul Ma;bud bab ALmahdiy. hadits tidak dikatakan shahih jika ada satu Muhaddits yg mendhoifkannya.
    inilah hadits shahih :
    “Akan turun pada kalian Isa bin Maryam sebagai hakim yg adil, menghancurkan salib salib, dan membunuh babi, dan mewajibkan Jizyah (pajak bagi non muslim), dan membagi2kan harta hingga tak ada lagi yg mau menerimanya (karena semua sudah kecukupan maka mengambil sedekah menjadi aib besar dan menjatuhkan harga diri), hingga jadilah satu sujud lebih mulia dari dunia dan segala isinya” (Shahih Bukhari Bab Al Anbiya)
    hadits shahih yg menjelaskan bahwa Isa bukan Almahdiy : “kelak akan turun pada kalian Isa bin Maryam dan Imam kalian adalah dari kalian” (Shahih Bukhari bab Al ANbiya). Kata “Imam kalian adalah dari kalian” menunjukan bahwa Al-Mahdi bukanlah Isa (Al-Masih), melainkan lain orang.
    disyarahkan oleh Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy bahwa Imam Mahdiy ada sebelum Isa bin Maryam, dan maksud dari hadits ini adalah bahwa Isa bin Maryam tetap bermakmum kepada Imam Mahdi, karena Imam Al-Mahdi muncul/dibangkitkan oleh Allah sebelum turunnya nabi Isa dan sesudah keluarnya dajjal Al-Kubra, inilah salah satu kemuliaan ummat ini (Fathul Baari bisyarah shahih Bukhari Bab Al Anbiya).

    jelas sudah bahwa Imam Mahdi bukan Isa bin Maryam, jelas sudah bahwa Mirza ghulam Ahmad tidak menghancurkan salib, tidak memerangi kuffar, tidak menjadi hakim yg adil, bahkan perusak dan hanya mengaku nabi saja.

    jelas sudah bahwa jika benar ia ini, maka pastilah Rasul saw telah mengabarkan kedatangannya, namun Rasul saw tak pernah menyebut kedatangan Mirza ghulam ahmad, yg disebut adalah Isa bin Maryam, lalu Imam Mahdi, dan Imam Mahdi pun salah satu cirinya bahwa ia tak mau di bai’at sebagai imam,

    bukan seperti ahmadiyah ini yg membangun masjid berbeda, dan mengumumkan bahwa dirinya menerima wahyu dan khiliafah,

    jelas sudah bahwa ia bertentangan dengan jumhur seluruh madzhab dan ulama, sedangkan Rasul saw bersabda : “Barangsiapa yg memisahkan diri sejengkal dari jamaah muslimin, lalu ia wafat, maka ia wafat dalam kematian Jahiliyah” (Shahih Bukhari).

    sedikit kritik: “kebenaran itu boleh diambil walau dari mulut Iblis..”

    masya Allah dari dangkalnya pemahaman.., dan yg lebih menunjukkan kebodohan adalah jika ucapan Rasul saw dengan sanad shahih dan ucapan seluruh ulama ditinggalkan pula memilih mendengarkan ucapan Iblis..

    kenapa harus berdalil dengan injil..?, muslim berdalil dari Alqur’an, dan inilah kebenaran..,

    akhir dari analisa saya bahwa mereka membenarkan kematian Isa bin Maryam, dan jelas jelas hal ini bertentangan dengan firman Allah swt :

    “Mereka berkata : “Kami telah membunuh Isa bin Maryam, dan sebenarnya mereka tak membunuhnya dan tak pula menyalibnya, namun diserupakan dengannya, mereka yg menyangkal akan hal ini sungguh dalam keraguan, mereka tidak mengetahui apa apa kecuali mengikuti persangkaan semata, dan mereka tak yakin telah membunuhnya” (QS Annisa 157).

    duh… Allahummahdiy qaumiy,fa innahum laa ya’lamun

    • “Mereka berkata : “Kami telah membunuh Isa bin Maryam, dan sebenarnya mereka tak membunuhnya dan tak pula menyalibnya, namun diserupakan dengannya, mereka yg menyangkal akan hal ini sungguh dalam keraguan, mereka tidak mengetahui apa apa kecuali mengikuti persangkaan semata, dan mereka tak yakin telah membunuhnya” (QS Annisa 157). banyak bgt penafsiran yang berbeda-beda dari surat ini pihak penentang ahmadiyah menurut penilaian saya ber alibi dengan surat ini bahwa “nabi isa masih hidup (please d masa nabi isa masih hidup…nabi isa itu kan manusia biasa bukan tuhan toh nabi muhammad aja uda wafat )” ( (selain itu klo tidak salah ada hadits atau surat alquran yang berkata “Telah Aku(Allah) wafatkan nabi-nabi sebelum kamu wahai muhammad”) ) di atas langit dan akan turun kembali sebagai imam mahdi atau isa almasih yang telah dinubuatkan sedangkan pihak ahmadiyah menurut penilaian saya ber alibi nabi isa telah meninggal layaknya manusia biasa….dan imam mahdi atau isa almasih yang dijanjikan adalah dalam wujud mirza ghulam ahmad…jadi bingung ni yang satu (penentang ahmadiyah) beranggapan yang nga masuk akal dan konyol dan yang satu lagi beranggapan yang ditunggu sudah datang tapi dalam bentuk/wujud yang berbeda..ehmmm tapi klo saya pribadi netral ajalah sambil mempelajari tentang ahmadiyah ataupun majelis rasulullah dan yang saya ambil sih pasti yang baik-baiknya aja ya nga seperti konvoi motor di jalan raya dengan baju koko putih2 merokok tanpa helm dan bergaya seperti yang punya jalanan..ayo siapa tuhhh..jangan marah memang begitu kenyataannya peeaceee

  8. yoi coy, ahmadiyah perlu dikasih tau, tapi dengan cara bijak, ga usah grasak-grusuk.

  9. ireanus saya juga melihat commentnya di daenglimpo.wordpress.com. Sepertinya ireanus memang perlu dipertanyakan status kemuslimannya..
    Bagaimana saudara ireanus?

  10. woi lu pada debat aja lo.
    yang pasti Mirza Gulam Ahmad tu bukan nabi. dia tu cuma nyari sensasi doang, biar terkenal gitu loh….
    dasar mirza monyet, tai, babi , anjing. ga ngerti agama ngaku2 nabi.
    matinya aja kena penyakit kolera udah gitu matinya di wc lagi , berlumuran tai lagi
    udah masa mudanya di tolak cw lagi, coba nabi kita istrinya banyak ya kaaaaan??? dah lah ga udah kontroversi yang pasti mirza adalah berasal dari tumpukan tai. dah jelek, kurus item mati lagi ngaku nabi dasar goblok, gila.
    sebenernya gw ngeri sih ngomong begini gw jg ga tau mana yang bener mana yang salah, tapi gw yakin …. gw yakin deh….asli inyong yakin seyakin yakinnya bahwa mirza……. SESATTTTTTTTTTTTT…bangsaTTTTTTTTT
    jangan gila dong hari gini ngaku2 nabi

    • naudzubillah…anda berani berkata seperti ini padahal anda sendiri mengakui “sebenernya gw ngeri sih ngomong begini gw jg ga tau mana yang bener mana yang salah” istighfar pak/bu…jika memang ternyata bahwa Hz. Mirza Ghulam Ahmad AS adalah memang benar utusan Allah SWT seperti yang saya yakini dengan sepenuh hati saya dan saya rela mengorbankan nyawa saya demi keyakinan tersebut (maka saya tidak tau apa yang akan terjadi kepada Anda hanya Allah yang Maha Tahu apa yang akan terjadi kepada anda “pemberontak mirza”) Naudzubillah min zalik…hati-hati lah engkau dalam berkata-kata

  11. QS. 51 ayat 56. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
    Caranya : lihat hadist Nabi berikut ini :
    “Telah aku tinggalkan bagi kamu dua perkara, kamu tidak akan sesat selamanya selagi berpegang tegung dengannya yaitu Al-Qur’an dan sunnah para nabinya”(HR Imam Malik dalam Muatta’).
    Kesimpulan siapapun orangnya, mau kiayi, mau pintar, mau intelek, kalau tidak mengikuti Al-Qur’an dan Sunah Rasul maka akan tersesat. Rasul di sini satu yaitu Nabi Muhammad SAW.

  12. Ahmadiyah memang perlu di perangi, tapi yang diperangi adalah pemikiran dan pemahaman aqidah mereka, karena itu ajaklah mereka ke majelis ta’lim kita, rangkul mereka kedalam aqidah yang haq, kalo cuma dibubarkan tapi orangnya tak di beri pemahaman akan sama saja nanti. kalo bisa juga jangan kasar-kasar ngomongnya, kita tunjukan akhlaqul karimah.

  13. Pantes aje Ahmadiyah sesat, ngambil dalilnye aje dari ucapan Iblis ame Injil. Iye kan bang Irenius…….

  14. “Telah aku tinggalkan bagi kamu dua perkara, kamu tidak akan sesat selamanya selagi berpegang tegung dengannya yaitu Al-Qur’an dan sunnah para nabinya”(HR Imam Malik dalam Muatta’).

    Sudah jelas khan, tidak ada kata-kata Tazkirahnya dari bunyi hadist diatas?! :D

  15. Sebuah pencerahan yang saya anggap very qualified dari saudara Irenaeus Ahmad. Dia bisa menjelaskan bahwa posisi aqidah ahmadiyah dengan cemerlang. Setidaknya bisa memberikan sedikit gembok2 yang hilang dari tumpukan judgement yang emosional.

    Adapun bagi saya yang bukan seorang ahmadi, fenomena ahmadiyah membuat mata saya terbuka bahwa kerinduan umat islam akan rasulnya (muhammad) sangat mendalam. Hal ini dikarenakan hilangnya kepercayaan2 terhadap penerus nabi2 yang lebih memikirkan kehidupan politik dan duniawi. Sebagai seorang yang gemar berkunjung ke berbagai ulama lintas aliran (islam pastinya), banyak diskusi, dan ada kesimpulan yang mencengangkan. Yakni satu, bisnis keagamaan menjadikan umat kita terlantar jauh dari kemandirian umat, baik dari cara berpikir maupun ekonomi. Yang kedua, yang paling mengkhawatirkan adalah banyaknya paham yang memudahkan orang untuk mengkafirkan paham yang lain. Yang ketiga, adalah tidak ada lagi pembahasan agama dengan ranah kasih sayang dan rendah diri. Dan yang terakhir, hilangnya kekuatan para pemimpin agama kita dalam menembus dimensi ghaib yang berguna bagi kehidupan umat, untuk yang terakhir ini saya simpan sendiri, kecuali ada yang ingin tahu lebih lanjut.

  16. http://who-want-the-truth.blogspot.com
    kembalikan ke rukun islam dan rukun iman jelas ahmadiyah keluar dari islam. Dan alqur’an jelas menyatakan khataman nabiyyin penutup para nabi untuk nabi Besar Muhammad SAW. jadi kalo ahmadi bersikeras mengakui ada nabi lagi dengan membolak balik lidahnya dengan berbagai macam alasan jelas mereka bukanlah muslim

    abang_cool
    http://who-want-the-truth.blogspot.com/

  17. Assalamualikum..
    Saya seorang ahmadi..
    sedih sekali melihat dan mendengar pemimpin kami di caci dan dimaki.. Saya sangat menjunjung tinggi kemuliaan nabi besar Muhammad SAW, begitu juga kepada Hadzrat Masih Maud. bagi kalian yang tidak mempercayai kedatangan Masih Maud .. silahkan saja.. Saya tidak pernah menjelek2kan keyakinan kalian.. begitu juga Saya harap kalian tidak menjelek2an keyakinan Saya.. Saran saya sebaiknya hilangkan dulu prasangka dan dengki kalian terhadap Jemaat Ahmadiyah ini.. sholat Istikharahlah.. mohon petunjuk yang benar..
    ” Bagimu agamamu , Bagiku Agamaku”

    Jazakummulah..

  18. ya jelas, ahmadiah bukan Islam, jangan bawa” nama Islam di depan ahmadiah. githu aja repot . dan Umat Islam ga akan ganggu ahmadiah

  19. maksudnya jangan pakai nama Islam di depan nama ahmadiah, contoh Islam ahmadiah.

  20. betuulll kang ucuf. Setuju. dan selesai

  21. Ahmadiyah….

    Salah satu dari sekian banyak kesesatan yg bersumber dari kebodohan terhadap ilmu dan manhaj.

    - Berdalil dengan hadist dhoif

    - Berargumen dengan sebuah hadist dan meninggalkan hadist yg lainnya.

    - Nggak Paham tentang Dajjal, Imam Mahdi, dan Isa AS, dan peristiwa2 disekitar itu.

    - Nggak paham bahasa Arab, ilmu hadist, sanad,ushul fikih, asbabun nuzul, asbabul wurud, dsb ketika menafsirkan suatu ayat atau hadist.

    - Lagi2… dalilnya “mimpi ketemu Nabi”, sudah terlalu banyak ahli ibadah yg bodoh, yg Ge eR setelah mengaku mimpi ketemu Nabi SAW. Setelah itu bikin kelompok sempalan, toreqot ini dan itu, aliran ini dan itu….

    - Sahabat aja yg bertemu langsung dengan Nabi SAW (bukan lewat mimpi) ga ada yg Ge eR, trus bikin ajaran dan kelompok2 sempalan2 model gitu.

    - Nggak paham masalah bai’at. Zaman Nabi SAW ada beberapa macam bai’at. Hadist ttg bai’at tidak cuma satu. Tujuannya dan maksudnya pun berbeda2. Contohnya Ibnu Umar tidak berbai’at sebagaimana ayahnya Umar Ibnu Khottob. Sebab sebelumnya dia bukan musyrikin. Beda

    - Lagi2 menggunakan hadist yg sama dengan LDII, NII, dan firqoh2 takfir lainnya untuk mengkafirkan orang Islam diluar kelompoknya. Ahmadiyah, LDII,NII,dll itu mengucapkan kalimat haq tapi dengan pemahaman yg batil dan jahil. Kesesatan yg diulang2 oleh orang2 yg berbeda dan zaman yg berbeda. Kebodohan yg turun temurun.

    - Parahnya Ahmadiyah berdalil dengan kalimat batil yg maksudnya batil pula. Ahli hadist masih banyak Akhi.. Antum dengan mudahnya di kadalin dengan hadist2 dhoif, lalu mau kadalin kita2 juga?

    - Nggak semua orang Islam itu bodoh dan jahil seperti antum, apa nggak malu berhujjah dengan hadist dhoif?

    - Kenapa Antum tidak berprasangka baik pada nabi2 palsu yg lain seperti Musailamah, Ahmad Musaddeq, Lia Aminudin, atau Bijak Bestari ?

    - Ini menunjukkan kalo antum Jahil, berargumen dengan kejahilan, dan mudah sekali dipatahkan secara ilmiah.

    - Kenapa antum pilih Imam dari Ahmadiyah, padahal masih banyak kelompok sesat lain yg juga punya Imam2 ?

    - Kenapa nggak bai’at sama Imamnya LDII atau NII aja yg masih hidup, atau sama Bijak Bestari sekalian. kan zaman MGA udah lewat?

    - Al Maidah ayat 3 sudah menjelaskan kesempurnaan ajaran Islam, yg berarti terputusnya wahyu. Kok tiba2 wahyu turun lagi? Apa Al Maidah ayat 3 sudah antum kufuri?

    - Ana tahu antum niatnya baik dan mencari kebenaran. tapi antum jauh dari Ilmu dan dipenuhi kebodohan dan syubhat. Tidak bisa membedakan karena belum paham ilmu2 syariat dan kaidah2nya, juga metodologi dalam memahami suatu dalil

    - Parahnya kita jauh dari ulama2 (ahlul Ilmu) yg menguasai Ilmu syari’at, dan justru senang dengan tokoh2 pemikir, atau sekedar tukang ceramah yg katanya menyejukkan, dsb. Makanya mudah sekali disesatkan dan terkena syubhat.

    - Kita nggak kenal Ibnu Hajar, Abdullah bin Mas’ud, As Suyuthi, Ibnu Katsir, Ibnu Taimiyah, Ibnu Majah, Hakim, Ibnul Qoyyim, Tirmidzi, Imam yg 4, Al Albani, Al Utsaimin, Ibnu Baaz, An- Nawawi, dsb.

    - Kita nggak tau mana yg Ahli Hadist, Mana yg Ahli tafsir, bagaimana nahwu shorof, ushul fikih, dsb. Jadi kadang bikin kesalahan konyol karena nggak paham bahasa Arab, dan kaidah2 yg lain.

    - Contohnya sebagian torekot Sufi yg menafsirkan “sembahlah Alloh hingga engkau kedatangan Al-Yaqin”. Mereka berpendapat “tidak perlu lagi menyembah Alloh SWT bila sudah datang keyakinan”.
    padahal yg dimaksud AL YAQIN disini adalah AL MAUT. Sesat karena kebodohan yg memalukan.

    - Masih banyak bertebaran kesesatan akhi, maka kembalikan setiap dalil kepada yg paling paham tentang dalil itu. Kembalikan pada pemahaman ttg Dien ini kepada Salafus Sholeh (Nabi SAW dan sahabatnya).

    - Karena tidak ada sahabat yg sesat dalam pemahaman Aqidah dan Ibadah. Setiap dan bila sahabat berbuat keliru, langsung diluruskan oleh Nabi SAW.

    - Jangan kita Sok menafsirkan ayat dan hadist, padahal ga tau aturan2, metode, dan pakem2/ dasar2 keilmuan yg kuat dan ilmiah.

    - Akal dan hati nurani tidaklah sanggup membedakan haq dan batil, halal dan haram, sunnah dan bid’ah, petunjuk dan kesesatan.

    - Siapa yg beragama dengan hati nurani, maka dia telah mengikutio jejak nasrani, yg dengan pertimbangan hati nurani mengangkat Isa sebagai Tuhan.

    - Siapa yg beragama dengan Akalnya maka dia serupa dengan Yahudi, yang suka mengkritisi setiap wahyu yg turun.

    - Wallohualam….

  22. Wahai para Ahmadi…

    Belum sampaikah kepada kalian sabda Rasululloh SAW yg isinya : “Seandainya ada lagi nabi lagi setelahku, maka Umarlah (Umar ibnu Khottob) orangnya”

    Atau antum tolak hadist ini lalu, antum pegangi hadist yg dhoif dan maudhu’?

    atau antum pegang hadist ini, tapi antum pelintir dan antum selewengkan maksudnya tanpa penjelasan yg ilmiah dari para sahabat, tabi’in, dan tabiut tabi’in (3 generasi manusia terbaik)

    Lalu antum tafsirkan hanya berdasarkan AKAL dan HATI nurani? Ketahuilah Akhi, bahwa akal dan hati nurani itu adalah bagian dari hawa nafsu.

    Semua agama selain Islam, dibuat berdasarkan hati nurani dan akal. Disusun dan dikonsep dengan akal pikiran dan hati nurani. Modalnya cuma BERPIKIR dan MERENUNG, lalu jadilah agama, dan dituliskanlah kitab, dan tersusunlah ritua ibadah dan syariat.

    Islam beda, sekalipun bertentangan dengan akal antum, dan terasa ganjil di hati nurani antum, bila dalil telah turun, dan statusnya shohih, maka akal dan hati harus tunduk dihadapan dalil.

    Dan bila antum hendak merubah atau menggeser makna dari suatu dalil (takrif) dari maknanya secara bahasa ke makna lain, maka harus ada keterangan lain dari Nabi SAW atau sahabatnya yg paham.

    Bukan seenak udel antum, seenak jidat antum. Seperti argumen para ahmadi yg mengatakan Nabi Muhammad adalah nabi terakhir yg membawa syariat, sedangkan Nabi yg tidak membawa syariat masih bisa ada lagi.

    Atas dasar apa antum bicara demikian? Atas dasar Ilmu dan dalil yg shohih? kalla tsumma kalla

    Tapi hanya atas dasar hawa nafsu antum untuk mengangkat MGA ke level nabi.

    Apakah belum sampai pada Antum hadist Nabi SAW yang isinya menjelaskan Nama Imam Mahdi?

    Beliau SAW berkata “namanya sama dengan namaku, dan nama bapaknya sama dengan nama bapakku”
    artinya Muhammad bin Abdulloh

    Bukan MGA bin….

    Apakah belum sampai pada Antum hadist Nabi SAW yang isinya menjelaskan bagaimana Nabi Isa turun?
    Beliau turun langsung dari langit dan dari wajahnya seolah2 meneteskan air.

    Bukan menitis pada bayi MGA. Emang antum Budha, yg menyakini reinkarnasi dan titis menitis? jahil benar antum ini.

    Apakah belum sampai pada Antum hadist Nabi SAW yang isinya menjelaskan bagaimana Imam Mahdi di bai’at di ka’bah, Makkah, bukan di Qodiayan.

    Apakah Dajjal sudah turun dan memasuki serta merusak semua kota kecuali makkah dan madinah?

    Apakah Dajjal sudah datang, lalu menurunkan hujan, menghidupkan orang mati, menumbuhkan tanaman dsb?

    Jelas sekali di mata saya bodohnya kaum Ahmadi dan Qodiyani itu terhadap ilmu hadis, dan syarahnya.

    Baca dong hadist2 shohih di kitab2 Bukhori, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Baihaqi, Ibnu Majah, Hakim, Daruqutni, dst dst… sampai pada Nashiruddin Albani, Ibnu Utsaimin, dan Ibnu Baaz.

    Insya Alloh antum akan dekat dengan kebenaran, jauh dari syubhat (hal2 yg terasa samar2/meragukan), dan selamat dari makna yg batil dari suatu dalil yg haq.

    Cobalah Akhi…. selagi Alloh masih memberi umur pada antum untuk bertaubat.

    Nabi SAW saja tidak pernah menjamin memberi surga. Bahkan pada Fatimah anaknya….

    maka MGA yg menjamin surga pada para pengikutnya adalah pendusta dan dia bukan saja mengangkat dirinya sebagai nabi, tapi dia telah mengangkat dirinya sebagai Tuhan si empunya Surga dan Neraka.

    Sesungguhnya pengakuan MGA itu telah membuatnya kufur. Bahkan lebih berani dari Iblis. Iblis tidak berani menjamin surga, Iblis hanya memberi kenikmatan dunia bagi yg mengikutinya.

    Taubat akhi…. taubat….
    kembali dan ruju’ pada kebenaran.

  23. Sudah saatnya kaum Ahmadi itu membentuk agama ahmadiyah bukan islam ahmadiyah. itu baru ente ngerti bahwa Ahmadiyah ya agama ahmadiyah bukan islam.

  24. aya-aya bae MGA.
    Seharusnya pengikut MGA di NKRI di bersihkan oleh ” DENSUS 88 ” karena membahayakan keselamatan berakidah yang benar bagi umat islam yang benar.

    Kunaon , tidak membuat agama yang baru yang berbahasa yang KOMUNIKATIF dengan audiennya yaitu bahasa URDU supaya gampang dimengerti oleh masyarakat setempat pada waktu itu.

    Menurut sejarah ahmadiyah dibuat supaya inggris yang menguasai india kekuasaannya tidak digoyah oleh orang2 islam, maka timbulah MGA supaya menjadi pemihak Inggris.

    Demikian terima kasih.

Tinggalkan Balasan